Posts

Wajah PL

Wajah PLBR. MARNO
Br.Marno adalah kepala sekolah SMA PL Bernardus  yang sekaligus menjabat sebagai kordinator di sekolah ini. Beliau  dipindah tugaskan ke sekolah ini sejak tanggal 1 Juli 2015. Baginya sekolah ini adalah sebuah tantangan baru. Di sekolah sebelumnya, beliau hanya menjabat sebagai kepala sekolah dalam satu unit. Sedangkan di sekolah ini beliau menjabat sebagai kepala sekolah SMA  sekaligus kordinator semua unit. Menurutnya, karakter murid di sekolah ini sudah cukup baik yaitu, sopan, pengertian, dan mudah diajak berpikir. Contoh program yang beliau jalankan saat ini bagi para guru adalah professional development  yang ditujukan bagi guru SMA, program ini bekerja sama dengan Universitas BINUS. Tidak hanya itu, beliau juga menyediakan program bahasa inggris untuk guru TK, SD, dan SMP.
Dalam era yang modern ini, murid PL sudah semakin maju dalam teknologi. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada muridnya untuk mau membuka diri dan menggunakan teknologi yang ada untuk kegiat…

KEGIATAN PERJUSA PRAMUKA PL BERNARDUS

KEGIATAN PERJUSA PRAMUKA PL BERNARDUS
Pada tanggal 26 – 27 Agustus 2016, SMA PL mengadakan kegiatan perjusa di lapangan tanah Sekolah Pangudi Luhur Bernardus kegiatan ini wajib diselenggarakan oleh seluruh siswa – siswi kelas 10 dan 11, beberapa guru dan siswa – siswi kelas 12 yang menjabat sebagai dewan ambalan. Menurut pendapat kak Lidia, perjusa kali ini diadakan dengan tujuan agar peserta lebih mandiri, adanya kerjasama tanpa senioritas, melatih keberanian dan survival, mempunyai kepekaan sosial dan merasakan apa yang tidak kita dapat di rumah serta memiliki rasa tanggung jawab. Menurut kak Lidia, kemah dilakukan pada hari tersebut dengan tujuan mencari waktu luang dari para peserta dan tidak mengganggu aktivitas kelas 12 yang menjabat sebagai ambalan, “kegiatan perjusa dilakukan di sekolah karena hanya sebagai latihan karena akan ada kegiatan kemah di luar untuk pramuka, namun tidak untuk semua,” kata kak Lidia.

Tokoh September Ceria

Image
Agustina Artonia  Guru Matematika & Pembina OSIS Tokoh 'September Ceria' yang terakhir ini adalah special guest kita. Mengapa? karena narasumber kita berasal dari kalangan guru dan menjabat sebagai pembina OSIS SMA PL kita. Ms. Agustina Artonia atau yang kerap disapa Ms. Arni juga membagi kisahnya tentang ceria dan bahagia kepada kami. Menurut beliau, ceria itu bisa membuat orang disekitar kita juga tersenyum sedangkan bahagia adalah hal yang perlu kita sebarkan kepada orang-orang disekitar kita. Pengalaman beliau tentang hal ini yaitu yang pertama, saat beliau dan keluarganya rukun kembali. Kedua, nilai matematika murid-muridnya baik-baik. Ketiga, saat siswa-siswi SMA dapat mengumpulkan soal tepat waktu dan yang terakhir saat beliau bisa melihat siswa-siswi SMA PL tertawa. Bagi Ms. Arni, perhatian yang beliau dapatkan dari para guru, murid dan keluarganya adalah hal yang paling bisa membuatnya bahagia. Menurut beliau, kebersamaan yang beliau rasakan dapat membuatnya baha…

Tokoh September Ceria

Image
Priska Meliana - XII IPS Salah seorang narasumber kami, siswi SMA Pangudi Luhur Bernardus, Priska Meliana, membagikan kisahnya seputar tema kita pada bulan ini yaitu "September Ceria". Bagi Priska, ceria yaitu ekspresi dalam menjalani sesuatu (senangnya) dan cara menunjukkannya berbeda-beda tiap orangnya, sedangkan bahagia yaitu perasaan saat kita merasakan apa yang kita sukai atau kita mau. Pengalaman yang ia miliki tentang ceria ini yaitu di chat cowo dan sweet seventeen-nya. Hal-hal yang bisa membuatnya bahagia baik caranya ataupun bentuknya (diberi sesuatu atau diperlakukan sesuatu yang membuatnya senang) adalah hal yang bisa membuatnya sangat bahagia.

Tokoh September Ceria

Image
Michael Siregar - XI IPA  Pada hari Kamis, 15 September 2016, salah seorang siswa SMA Pangudi Luhur Bernardus, Michael Siregar, membagikan pandangannya terhadap "Ceria dan Bahagia". Baginya, ceria adalah suatu perasaan yang datangnya murni dari hati sedangkan bahagia itu saat hasil dari apa yang kita lakukan memuaskan atau tujuan kita terpenuhi. Pengalaman yang ia bagikan kepada kami yaitu saat ia mendapatkan nilai ulangan harian bahasa Jepang dan bahasa Inggrisnya mendapat nilai 100, dan yang  kedua yaitu saat ia berhasil memuliakan nama Tuhan. Baginya, hal yang paling bisa membuatnya bahagia dan ceria yaitu saat ia bisa membahagiakan kedua orang tuanya lewat prestasi yang dapat dia raih di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Arti Sebuah Pengorbanan
              Hari ini adalah hari yang spesial bagi Indonesia dimana tepat pada hari ini Indonesia berulang tahun kemerdekaan yang ke-71. Seperti Hari Kemerdekaan pada setiap tahunnya SMAN 10 Balitubang merayakan dengan mengadakan upacara bendera di lapangan sekolah. Hangatnya mentari dan rasa bahagia meliputi seluruh guru, karyawan, dan siswa-siswi di SMAN 10 Balitubang, namun semua berubah ketika Pak Reza, sang Kepala Sekolah melihat Derian si biang onar SMAN 10 Balitubang datang ke sekolah dengan muka yang memar.
“Derian! Setelah upacara bendera selesai saya tunggu di ruangan saya!” kata Pak Reza pada Derian. “Baik, pak” kata Derian sambil menunduk. Tak jauh dari situ ada sekelompok siswi terpopuler di SMA itu, “Hey! Lihat Derian, muka boleh ganteng tapi.. uh.. engga banget deh sikapnya” Bisik Maulia kepada kedua temannya. “Iya ih, ku kira awalnya dia cool, introvert, menarik banget.. ternyata cuma anak yang gak ada kece-kecenya deh, ya kan guys?” timpal Amel…
The Unexpected Pagi itu, alarm membangunkan Mia dari tidurnya. Dengan malas-malasan, Mia bangun dari tempat tidur. Hari itu tanggal 16 Agustus. Sama seperti di sekolah-sekolah lain, sekolah Mia juga mengadakan lomba-lomba yang berbau 17-an. Sebenarnya Mia agak malas ke sekolah karna hari itu tidak ada kegiatan apapun selain lomba.                 “Ma, aku bolos aja ya,” kata Mia ke mamanya saat sarapan.                 “Kamu bolos di rumah juga mau ngapain?” tanya mamanya yang fokus ke tab-nya. Mama dan papa Mia adalah orang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.                 “Tidur,” jawab Mia.                 “Hah, sudah gak usah banyak bicara tidak jelas lagi, kamu mending ke sekolah sekarang,” kata papa-nya.                 “Yah ngusir. Yaudah Mia sekolah. Bye ma, bye pa,” kata Mia.                 Mia datang ke sekolah jam 6.45. Mia selalu datang pagi karena ia tidak mau kena macet di jalan. Mia ke sekolah naik angkutan umum. Di sekolah hanya ada ia dan Haikal, teman sekelasnya. Sesam…